Thursday, 2019-05-23, 2:30 PM
KARIR INDONESIA
Main | Registration | Login Welcome Guest | RSS
Site menu
Login form
Search
Calendar
«  May 2019  »
SuMoTuWeThFrSa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
Create a Meebo Chat Room

A.B. Susanto*


Dalam semangat  management for every one, kali ini penulis mengetengahkan topik manajemen bencana, karena tergugah oleh bencana beruntun menerpa negeri kita ini, yang terakhir terjadi pulau Nias dan Simeuleu. Bagi kita insan bisnis tentu secara langsung atau tak langsung akan bersentuhan dengan masalah ini, paling tidak sebagai sesama manusia.

Walaupun kita sudah mempunyai Bakornas tampak belum efektif. Terdapat kesan pendekatannya kuratif, bertindak setelah bencana datang. Sebenarnya keberadaan Pusat Manajemen Bencana Nasional (National Disaster Management Centre) harus mempunyai semangat preventif, dengan berbagai ’persiapan’ yang didasari oleh kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan bencana. Mereka harus mempunyai aktivitas yang berkesinambungan dan komunikasi yang tidak boleh terhenti, bahkan ketika tidak ada bencana.

Pusat Manajemen B ... Read more »

Views: 36340 | Added by: soleh | Date: 2009-07-23 | Comments (93)

A. B. Susanto*


Salah satu inti pengelolaan SDM adalah bagaimana mengelola performansi SDM. Mengelola manusia dalam konteks organisasi, berarti mengelola manusia agar dapat menghasilkan performasi yang prima, sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi organisasi. Performasi ini meliputi perilaku maupun hasil. Inilah sudut pandang performance management (PM). Performance management (PM) dapat dikatakan sebagai suatu proses strategis dan terpadu yang dapat menunjang keberhasilan organisasi melalui pengembangan performansi SDM. Caranya ? Kemampuan SDM sebagai kontributor individu maupun sebagai bagian dari suatu kelompok dikembangkan, melalui suatu proses bersama antara manajer dan individu yang lebih berdasarkan kesepakatan ketimbang instruksi. Kespakatan ini meliputi obyektif, persyaratan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan, serta pengembangan kinerja dan ... Read more »

Views: 4708 | Added by: soleh | Date: 2009-07-23 | Comments (413)

Dalam kondisi belum sepenuhnya pulih dari krisis yang melanda, perusahaan-perusahaan Indonesia mengalami banyak hambatan untuk melanjutkan pergerakannya, terutama dalam kondisi di mana sistem kompetisi lebih mengarah pada kompetisi global dengan fokus pada kualitas, bukan lagi kuantitas. Meskipun tidak semua perusahaan terkena dampak negatif krisis secara signifikan, akan tetapi kita perlu menyadari bahwa banyak perusahaan tidak mampu lagi melanjutkan aktivitasnya, terpaksa menghentikan segala kegiatan operasinya dan memPHK karyawan-karyawannya. Disamping itu, banyak pula yang meskipun masih dapat survive dalam kondisi sekarang, masih meragukan masa depannya. Sebelum menghadapi krisis-pun sebenarnya kita sudah menghadapi ketajaman situasi persaingan yang menyebabkan intensitas external war meningkat dalam dekade terakhir ini, terutama dalam konteks globalisasi saat sekarang dan tuntutannya di masa-masa mendatang. Terpuruk dalam krisis moneter, ekonomi, sosial dan politik s ... Read more »

Views: 904 | Added by: soleh | Date: 2009-07-23 | Comments (0)

Himawan Wijanarko*


Keberhasilan karir bermula dari perjuangan, dan mungkin juga nasib baik. Menunggu nasib baik menghampiri agar karir kita bersinar tentu saja tidak mungkin. Sebaliknya, kita harus memberdayakan diri kita sedemikian rupa untuk meretas belenggu nasib.

Titik tolak pemberdayaan diri adalah pemahaman diri. Menyadari kekuatan dan kelemahan diri sebagai upaya menumbuhkembangkan keinginan untuk mengubah citra diri dari yang negatif menjadi lebih positif.

Konsep diri, kata Maxwell Maltz, adalah blue print kita dalam bertingkah laku. Dengan memperbaiki cara pandang terhadap diri kita, keyakinan diri kita akan tumbuh, dan tingkah laku kita pun akan mengikuti konsep diri yang baru ini.

Semua langkah ini harus berawal dari pandangan obyektif terhadap segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri seseorang. Kelebihan yang ... Read more »

Views: 695 | Added by: soleh | Date: 2009-07-23 | Comments (0)

A.B. Susanto*


“Freedom is what with what’s  been done to you”
Jean Paul Sartre

            Setelah mengalami PHK apakah dapat lakukan? Satu hal yang dapat Anda renungkan,  Anda sekarang menjadi orang  bebas dan merdeka, bebas untuk  melakukan apa yang anda ingin lakukan. Anda dapat menentukan pilihan-pilihan yang pada masa yang lalu tidak dapat anda lakukan.  Bebas untuk menentukan apakah harus bekerja pada suatu perusahaan, apakah anda memilih untuk mandiri dan berwiraswasta, atau bahkan memilih untuk menikmati sisa hidup bagi yang sudah berumur atau menjadi ibu rumah tangga bagi wanita.

            Selama ini anda telah terkungkung oleh lingkunga ... Read more »

Views: 1220 | Added by: soleh | Date: 2009-07-23 | Comments (20)

KOMPAS.com - Bergejolaknya ekonomi membuat banyak orang kesulitan mencari pekerjaan. Kita di Indonesia mungkin memang belum banyak terkena imbasnya. Namun dengan tenaga pekerja yang makin bertumbuh, sementara pasaran lowongan kerja masih terbatas, makin ketat pula persaingannya. Jadi, apa yang bisa Anda lakukan? Anda bisa mencoba menjadi yang terbaik. Untuk menjadi yang terbaik, Anda harus menyukai dan melakukan pekerjaan sebaik-baiknya.

Untuk menemukan pekerjaan yang tepat, sangatlah penting untuk memahami tipe pekerja macam apa Anda, dan apa yang menggerakkan Anda untuk memenuhi kebutuhan serta kepenuhan diri. Tergerak karena gairah dan kesenangan, pasti akan membuat Anda lebih bersinar saat wawancara kerja. Terlebih lagi Anda akan selalu terpacu untuk lebih baik lagi. Gairah plus skill adalah kombinasi yang berakibat pada lahirnya hasil kerja yang luar biasa. Jadi, daripada memfokuskan diri pada titel dan jenis pek ... Read more »

Views: 958 | Added by: soleh | Date: 2009-07-13 | Comments (7)

KOMPAS.com — Agar bisa diperhitungkan di tempat Anda melamar pekerjaan, Anda harus bisa memberikan sesuatu yang lebih. Tak hanya daftar riwayat hidup yang mengagumkan, tetapi juga harus bisa memberikan impresi yang positif saat wawancara kerja. Berikut adalah pesan tersirat yang bisa Anda sampaikan bahkan sebelum wawancara kerja, untuk menciptakan kesan bahwa Anda adalah calon karyawan yang patut dipekerjakan.

1. “Saya profesional”
Para pelamar kerja yang mengikuti proses aplikasi secara serius akan ditangani secara serupa oleh si pemberi kerja. Semisal, bacalah kembali materi surat lamaran Anda untuk kesalahan ketik atau kesalahan penulisan. Tak ada salahnya jika Anda minta tolong orang yang Anda percaya untuk membaca ulang surat lamaran dan CV Anda, sebagai tindakan pencegahan jika terjadi kesalahan penulisan. Juga, berhati-hatilah dengan penggunaan bahasa. Hindari penggunaan kata-kata informal, atau bahasa asing bila hal ... Read more »

Views: 687 | Added by: soleh | Date: 2009-07-13 | Comments (0)

KOMPAS.com - Menurut sebuah situs konsultasi karier, jika salah satu dari situasi di bawah ini terjadi pada Anda, sudah saatnya Anda berkonsultasi dengan konsultan karier.

1. Saya sering dilewatkan apabila ada promosi/kenaikan jabatan.
2. Pekerjaan saya membosankan.
3. Saya merasa potensi saya tidak dikembangkan secara maksimal.
4. Pekerjaan saya tidak bermakna.
5. Saya sering berganti pekerjaan, tapi pekerjaan baru tidak lebih baik dari yang lama.
6. Saya kesulitan menetapkan tujuan dan mencapai tujuan.
7. Saya mempunyai mimpi yang lebih besar untuk diri sndiri.
8. Saya punya reputai sebagai pembuat masalah.
9. Orang-orang sering memanfaatkan saya dalam pekerjaan.
10. Saya tidak pernah mendapatkan penghargaan atas pekerjaan yang saya lakukan.
11. Saya tidak tahu bagaimana membuat diri saya diperhatikan sebagai karyawan yang menjanjikan di hadapan bos.
12. Saya merasa tidak punya apa-apa untuk ... Read more »

Views: 884 | Added by: soleh | Date: 2009-07-13 | Comments (5)

Anda tak habis pikir dengan perilaku supervisor Anda. Ia sering datang terlambat dan pulang kantor seenaknya. Ia juga sering membebankan pekerjaan pada anak buahnya. Yang paling bikin kesal, ia suka melempar tanggung jawab. Kelakuan buruknya ini sebenarnya telah menjadi rahasia umum di divisi Anda. Namun entah mengapa atasan tidak melakukan tindakan apa pun. Sebagian teman Anda menyarankan untuk melaporkan si supervisor kepada atasan. Haruskah saran ini diikuti?

Menurut Donna Tunner, praktisi sumber daya manusia dari Experd, supaya supervisor dan atasan Anda dapat bekerja efektif, maka komunikasi yang berjalan perlu "dua arah". Sebenarnya baik supervisor maupun atasan/manajer, sangat membutuhkan masukan dari Anda, anak buahnya. Bertolakbelakang dengan sekadar pasrah namun menggerutu, akan jauh lebih produktif bila Anda rajin bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan output kerja. Seperti apa yang diinginkan, rajin meminta saran bila merasa mengh ... Read more »
Views: 742 | Added by: soleh | Date: 2009-07-13 | Comments (21)

A. B. Susanto*


Pada suatu masa jaman pertengahan di Eropa, terdapat seorang pemuda yang sedang dilanda kegelisahan. Ia sedang berada di dalam pencariannya menuju pemahaman terhadap dirinya. Ia merasa gundah gulana mengenai pekerjaan dan karirnya. Akhirnya, dia pergi mencari seorang tua yang bijaksana, yang diyakininya dapat menunjukkan jalan kepadanya untuk menjawab kegelisahan tersebut.

Orang tua yang bijaksana itu menerima kedatangannya dengan hangat. Ketika itu dia sedang duduk di muka pintu tendanya. Sambil menjamu tamunya dengan segelas teh, orang tua itu menjelaskan rahasia menuju pemahaman diri dan karir .

“Itu merupakan perjalanan yang jauh,” kata orang tua itu,” Tapi kamu pasti dapat menemukannya. Kamu harus mendatangi sebuah desa yang akan saya jelaskan nanti, di sana rahasia itu akan kamu temukan.” Si pemuda kemudian berangkat melakukan perjalanan melewati banyak lembah dan menyeberangi banyak sungai. Pada akhirnya dia sampai juga ... Read more »
Views: 616 | Added by: soleh | Date: 2009-07-01 | Comments (0)

1 2 »
Entries archive
Site friends
  • Create your own site
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2019